Ngablak, 8 Juli 2025 – Dalam rangka penguatan inovasi daerah berbasis lingkungan dan kesehatan masyarakat, Kecamatan Ngablak menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Inovasi Daerah bertema "Jaga Lingkungan, Cegah Stunting" pada Selasa, 8 Juli 2025, pukul 09.00 WIB, bertempat di Aula Merbabu Kantor Kecamatan Ngablak.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber Uswatun Wulandari, S.Psi., M.Pd., Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang. Ia menyampaikan pentingnya sinergi pengelolaan sampah dengan program pencegahan stunting, terutama di tingkat desa dan komunitas.
Peserta Bimtek terdiri dari berbagai unsur, di antaranya Forkopimcam, UPT Dinas/Instansi, Kepala Desa dan Perangkat Desa, organisasi kewilayahan seperti DWP, PKK, Posyandu, FPRB, perwakilan TPS3R Giri Mulyo dan Sumilak Desa Ngablak, komunitas peduli sampah seperti Bank Sampah Lestari Wisata Telomoyo dan The Waste Circle Desa Pandean, serta Tim Inovasi Daerah Kecamatan Ngablak.
Acara ini merupakan implementasi dari Peraturan Daerah Kabupaten Magelang Nomor 5 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Inovasi Daerah, dengan fokus pada penguatan kapasitas dan peran aktif desa serta organisasi perangkat daerah dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan dan penurunan angka stunting.
Dalam sambutannya, Sekretaris Kecamatan Ngablak, Mukhamad Aditya Kurniawan, S.STP, memaparkan program inovasi daerah Kecamatan Ngablak bertajuk MUTAN PROKLIM (Menuju Kecamatan Program Kampung Iklim). Program tersebut berlanjut di tahun 2025 melalui pengembangan Bank Sampah Arcapada Baswara, yang dirancang untuk menjalin kolaborasi lintas sektor, serta memfokuskan hasil pengelolaan sampah untuk menunjang penanganan anak stunting.
Dengan kolaborasi berbagai elemen masyarakat dan pemerintah, kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam membangun inovasi daerah yang berdampak nyata pada kualitas lingkungan dan kesehatan generasi masa depan.
Kembali